Koran Jakarta

         Nama Dokumen
Image JPG Pemerintah Bentuk Badan Pengelolaan Lahan Gambut
Koran Jakarta 06-11-2015 hal 1. Guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan gambut, Presiden Joko Widodo akan mengeluarkan peraturan presiden pembentukan badan yang bertugas mengelola lahan gambut. badan tersebut nantinya diminta untuk melakukan pemetaan terhadap lahan gambut sehingga kubah-kubah lahan gambut bisa dilindungi sebagai tempat cadangan air (343 kb)
Image JPG Denmark Ajak RI Kembangkan Energi Ramah Lingkungan
Koran Jakarta 26-10-2015 hal 7. ketika seminar yang dilakukan di gedung gran rubina, Ratu Denmark antusias mendengarkan upaya pemerintah indonesia bekerja sama dengan pemerintah denmark mewujudkan energi ramah lingkungan. usut punya usut gedung tersebut dibangun atas hasil kerja sama dua perusahaan arsitektur dari kedua negara. gedung ini dapat menghemat energi hingga 25 persen dibanding gedung perkantoran lainnya. (452 kb)
Image JPG BI Jangan Terpengaruh Intervensi untuk Turunkan Suku Bunga
Koran Jakarta 26-10-2015 hal 1. BI diingatkan untuk tetap menjaga independensi dan kejelasan arah kinerjanya terutama amanat UU untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. saat ini arah kebijakan bank sentral tentang suku bunga acuan, BI rate, dinilai tidak jelas. hasil penelitian menunjukkan kebijakan BI soal BI rate justru ditentukan di luar faktor inflasi dan nilai tukar rupiah, seperti tekanan pemerintah dan data konsumsi properti (422 kb)
Image JPG Fasilitas Impor Gandum Hambat Kemandirian Pangan
Koran Jakarta 12-10-2015 hal 1. Pengamat ekonomi UGM, Endang Sih Prapti berpendapat fasilitas berlebihan selama puluhan tahun untuk importir gandum seperti bea masuk 0 persen dan pelabuhan khusus gandum telah menghambat upaya bangsa indonesia membangun kemandirian pangan. pelakuan khusus kepada importir gandung mengindikasikan telah terjadi kolusi antara kroni pengusaha dan pejabat yang berpotensi merugikan keuangan negara serta mematikan petani nasional (867 kb)
Image JPG Momentum Pacu Industri Padat Karya Nasional
Koran Jakarta 05-10-2015 hal 1. Ancaman gelombang pemutusan hubungan kerja yang saat ini terjadi harus menjadi momentum untuk memperbaiki struktur industri nasional yang fokus pada industri substitusi impor dan lebih berorientasi padat karya serta memiliki kandungan lokal tinggi. (3594 kb)
Image JPG Komisioner KY Tak Lakukan Pelanggaran
Koran Jakarta 06-10-2015 hal 2. Taufiqurrahman dan ketua KY, suparman marzuki dilaporkan hakim sarpin ke bareskrim dengan tuduhan telah melakukan pencemaran nama baik. tetapi beberapa para ahli mengatakan, Komisioner Komisi Yudisial (KY) Taufiqurrahmah Syahuri saat mengomentari putusan dari hakim sarpin rizaldi, hanya mengomentari proses peradilannnya bukan menyerang pribadi sarpin. (1744 kb)
Image JPG Profesor Bukan Gelar Akademik
Koran Jakarta 31-10-2015 hal 4. Ali Ghufron Mukti menegaskan bahwa profesor bukan gelar akademik melainkan jabatan tertinggi yang diraih oleh dosen. untuk bisa mendapatkan jabatan profesor, seorang dosen harus mengajar selama 10 tahun atau meraih nilai kredit mencapai 1000. (259 kb)
Image JPG Masyarakat Dilatih Siaga Hadapi Longsor
Koran Jakarta 22-10-2015 hal 6. Untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa saat terjadi bencana, khususnya longsor, masyarakat di bali dilatih kesiap siagaan hadapi bencana. Pelatihan dilakukan bersamaan dengan pemasangan alat deteksi bencana longsor di desa batu dinding, kecamatan kintamani, kabupaten bangli, bali (1382 kb)
Image JPG BI Rate Justru Harus Dinaikkan
Koran Jakarta 22-10-2015 hal 1. BI diharapkan tidak terpengaruh dengan adanya desakan untuk menurunkan bunga acuan atau BI Rate dari level 7,5 persen saat ini dengan alasan untuk menjaga daya beli. justru bank sentral sekarang ini mesti tetap menerapkan kebijakan uang ketat atau menaikkan BI Rate, guna mengantisipasi rencana bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, menaikkan bunga acuan. tujuannya untuk menjaga agar rupiah tetap kompetitif sehingga mengurangi potensi tekanan depresiasi akibat arus modal keluar (2825 kb)
Image JPG Pengenaan Tarif Impor Tinggi Bisa Hemat Devisa
Koran Jakarta 02-10-2015 hal 1. Pemerintah diharapkan segera merealisasikan pengenaan tarig bea impor pangan relatif tinggi, misalnya antara 30 - 40 persen demi menekan nafsu mengimpor sehingga bisa menghemat devisa negara yang kian menipis. kebijakan ini juga akan menekan inflasi dari impor dan kenaikan kurs rupiah, serta memotivasi petani untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional sehingga tercipta pasar dalam negeri yang sehat (807 kb)
Halaman: 1 2 3 4 5 6 78 9 10 >>